Kamis, 31 Desember 2015

Kenaikkan Harga Sembako

Kenaikkan Harga Sembako Kenaikan harga sembako, adalah hal yang sering kali terjadi di setiap tahunnya dan menjadi suatu masalah yang tak kunjung selesai. Dalam beberapa pekan terakhir harga-harga kebutuhan pokok terus melonjak naik, hanya dalam beberapa pekan saja harga kebutuhan pokok sudah naik hingga berkali-kali yang biasa terjadi pada menjelang kenaikan harga BBM, Paska pengumuman kenaikan BBM, menjelang Ramadhan dan juga saat pergantian tahun seperti ini harga-harga mulai melonjak tinggi sehinnga orang-orang yang kurang mampu bingung bagaimana untuk membeli keperluan mereka sehari-hari. Di Jakarta saja harga daging sapi sudah mencapai sekitar Rp 95.000 per kg, sedangkan jika di tanyak para pedagangnya kenaikan harga daging terjadi hamper setiap harinya, dan tidak sedikit pula kita lihat banyak para pedagang sapi yang tidak berjualan atau mogok berjualan karena kenaikan harga daging sapi yang selalu melonjak naik setiap harinya. Sementara itu harga cabe rawit pun juga ikut melonjak naik menjadi Rp 70.000 per kg. Padahal sebelumnya harga cabe rawit masih sekitar Rp 60.000 per kg nya, jadi rata-rata kenaikkan harga sembako berkisar 20-40%. Dan kenaikkan harga sembako ini memang sudah diprediksi setidaknya kedepan ada dua momentum yang memicu kenaikan harga sembako yakni, bulan puasa dan lebaran. Tetapi kenaikkan tahun ini berbeda dengan kenaikkan harga sembako tahun sebelumnya tahun ini berhimpitan dengan kenaikkan harga barang akibat kenaikan harga BBM itu sendiri. Dampak kenaikan harga sembako ini sangat telak bagi rakyat terutama bagi rakyat miskin dan kurang mampu mereka harus lebih banting tulang lagi dan bekerja keras untuk dapat memenuhi kebutuhan dan makanan sehari-hari mereka, bahkan banyak kita lihat orang yang kurang mampu hanya makan dua atau satu kali sehari saja, karena mereka sulit untuk membeli harga barang sembako yang terus meningkat. Karena harga sembako ini berentetan dengan kenaikkan harga barang dan biaya hidup akibat kenaikkan harga BBM, seperti saja kenaikkan tarif angkutan umum, kenaikkan sewa kamar/kost, dan lain sebagainya. Dan juga sebagian besar barang kebutuhan pokok rakyat termasuk pangan didapatkan melalui impor. Jika tidak ada kontrol dari pemerintah ditambah lagi ancaman krisis pangan, harga pangan bisa naik liar. Program kompensasi BBM, termasuk BLSM dan juga Raskin tidak sanggup menangani dampak yang dirasakan oleh rakyat akibat kenaikan harga BBM dan kenaikkan harga sembako. Menghadapi situasi saat ini pemerintah juga tidak boleh berpangku tangan di sisi lain pemerintah pusat dan daerah harus turun tangan untuk mengontrol dan mengendalikan harga sembako agar tetap bisa dijangkau oleh rakyat banyak terutama rakyat yang kurang mampu. Memang dalam situasi yang sulit seperti ini terobosan dari pemerintah sangat diperlukan. Tidak sekedar dengan operasi pasar dalam banyak kasus operasi pasar tidak begitu efektif. Operasi pasar juga hanya menjangkau segmen kecil dari masyarakat. Akibatnya, operasi pasar terkadang tidak begitu efektif menahan laju kenaikan harga sembako dan memastikan ketersediaan barang-barang sembako yang diperlukan oleh masyarakat banyak dan yang bisa dijangkau oleh mereka. Menurut saya pemerintah harus turun tangan dan bisa mengurangi beban penderitaan rakyat. Misalnya, bisa saja pemerintah menciptakan toko-toko atau pasar khusus sembko dengan harga normal. Berbeda dengan operasi pasar yang jangkauannya terbatas, toko-toko sembako ini di tiap-tiap tempat dengan prioritas warga miskin. Tetapi sebelum membangun atau menyediakan toko sembako murah ini, pemerintah harus punya stok atau tempat penyimpanan sembako yang memadai. Toko-toko sembako ini menggandeng Bulog dan BUMN di sektor-sektor pertanian, perikanan dan perkebunan. Dan juga bisa saja pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mengontrol harga sembako, karena ini penting untuk melawan aksi spekulasi dan penimbunan. Para rakyat dan para petinggi daerah harus saling bangun membangun dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di Negara kita, khususnya masalah kenaikkan harga sembako yang tak kunjung selesai dan tak kunjung menemukan jalan keluarnya. Keluh kesah rakyat harus bisa di hilangkan agar mereka tidak terlalu terbebani dengan masalah kenaikkan harga sembako dan kenaikkan BBM ini, yang setiap tahunnya pasti para warga dan para mahasiswa mengadakan unjuk rasa agar pemerintah menemukan jalan keluar dan menurunkan harga bbm dan harga sembako menjadi normal agar semua warga dapat memenuhi semua kebutuhannya. Karena haruskah rakyat Indonesia merasakan kesusahan seperti ini, bukannya Negara kita sudah merdeka. Di saat orang-orang miskin berjuang untuk dapat hidup dengan bekerja keras untuk membeli kebutuhan sehari-hari mereka, tapi kenapa para petinggi-petinggi Negara para DPR yang harusnya menjadi kebanggan rakyat malah mereka memperkaya diri mereka sendiri dengan mengkorupsi uang-uang Negara, kapankah Negara kita ini benar-benar merdeka bukan buat sebagian orang tapi untuk seluruh orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar