Kamis, 31 Desember 2015

Demam K-Popo

DEMAM K-POP Aduuuuuh.. Kalau bahas tentang yang satu ini mungkin gak akan ada habisnya di kalangan para remaja masa kini, lagu-lagu, drama, bahkan gaya baju ala korea sudah menjadi trend di kalangan anak remaja apalagi kalangan ABG masa kini istilahnya yaitu Demam K-POP. Bayangin aja kalau di tanyak siapa aja nama pahlawan-pahlawan di Indonesia atau disuruh nyanyi lagu Kebangsaan Indonesia pasti mereka bilang alasannya lupa, tapi kalau di tanyak tau gak nama tokoh-tokoh film drama korea sama lagunya haduuh yakin deh mereka pasti gak akan ada alasan lupa pasti mereka langsung jawab dengan lancarnya. Bikin malu ja deh. Apalagi ni ya kalau anak perempuan lihat cowok ganteng apalagi dari korea atau luar negeri histerisnya minta ampun, kayak gak pernah lihat cowok ganteng ja. Padahal kan dalam Islam bertatapan mata antara lawan jenis itu zina loh tapi ya kalau mengagumi orang ya wajar saja karena sama saja kita mengagumi ciptaan Allah asalkan kita tau batasan-batasannya dan tidak secara berlebihan dengan meniru-niru gaya mereka, Allah berfirman dalam Al-Qur’an QS. AL-Araf:31” Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan”. Demam K-Pop bukan hanya di Indonesia saja negara lain juga banyak kok yang mengagumi orang-orang korea selatan atau biasa disebut Negara gingseng. Tapi gara-gara demam k-pop ini ada sisi positif dan negatifnya loh, kalau dari sisi positifnya orang-orang jadi tertarik untuk bisa belajar bahasa asing selain bahasa Inggris mereka juga jadi berminat mempelajari bahasa Korea buktinya banyak orang yang sudah mahir berbahasa korea hanya karena mereka sering menonton film-film drama korea ataupun mendengarkan lagu-lagunya mereka sudah mulai mahir berbahasa korea tanpa harus mengikuti les khusus bahasa korea, kalau dari sisi negatifnya demam k-pop membuat anak-anak remaja masa kini yang berpenampilan seperti orang-orang korea pada umumnya dengan menggunakan pakaian yang terbuka dan ketat karena kulit putih mulus nya orang-orang korea tersebut padahal banyak sekali wajah ataupun bentuk tubuh mereka yang tidak asli atau sudah mereka ubah melalui beberapa operasi. Awal mulanya trend girl band dan boy band di Indonesia itu sendiri juga akibat demam k-pop yang orang-orang korea sana bernyanyi dan menari dengan jumlah orang yang cukup banyak. Bahkan orang Indonesia sendiri pun membuat boy atau girl band karena termotifasi dari orang-orang korea baik lagu, gerakan ataupun pakaian mereka. Bahkan bukan hanya girl/boyband yang anggotanya remaja saja, bahkan di Indonesia ada girl/boyband yang angootanya itu masih anak-anak atau di bawah umur tetapi mereka sudah terkena virus demam k-pop juga. Seharusnya orang Indonesia membuat kreasi sendiri yang akan di contoh oleh negara lain bukan malah negara kita yang mencontoh kreasi negara mereka sehingga berdampak bahwa gilrs atau boy band di Indonesia yang terkesan sebagai plagiat dari mulai lirik, gaya tari, dan juga stylenya. Sampai-sampai para remaja histeris apabila melihat pertunjukan girls atau boys band di acara-acara televisi karena mereka mengagumi wajah dan gayanya. Demam k-pop sudah benar-benar meracuni otak para remaja-remaja masa kini sampai mereka lupa akan ajaran Islam, lupa akan batasan berdandan dan berhias karena mereka terlalu mengikuti gaya ala korea dan mereka malah bangga mengenakanya pakaian yang mirip seperti yang mereka idolakan. Karena demam k-pop kita sadari atau tidak sudah merasuk dalam berbagai aspek dari mulai gaya hidup, style, makanan, bahasa sampai hysteria yang terkadang sangat berlebihan dari para penggemarnya dari berbagai asal Negara. Mulai dari balita, anak-anak baru gede, mereka sudah terbius virus dari budaya korea selatan tersebut. Bahkan para fans fanatiknya k-pop rela mengeluarkan banyak uang yang tidak sedikit hanya untuk sekedar ingin ketemu dan menonton konser mereka, yang biasanya menggunakan aksesoris yang bergambarkan muka idolanya atau dengan membuat tulisan nama idolanya agar idolanya bisa membacanya. Apalagi para fans fanatik tersebut ketika melihat si idola mereka sampai menangis histeris seakan melihat Tuhannya mereka atau melihat penampakan saja. Apakah itu tidak berlebihan dan wajar bagi kita ?? Tentu saja sebenarnya itu terlalu berlebihan boleh-boleh saja kok mengagumi seseorang tapi tidak melewati batas kesabaran. Boy/girl band asal korea yang banyak di kagumi oleh orang Indonesia misalnya SNSD, Super Junior, 2PM dan banyak lainnya, apalagi ketika waktu itu bond band korea datang ke Indonesia di sebuah acara televisi di SCTV mereka histeris memanggil idolanya sambil menghidupkan video handphonenya untuk merekamnya, bahkan sampai-sampai bekas botol minuman yang di minum dan sapu tangan bekas keringatnya di lempar ke penonton, mereka tolak-tolakan untuk mengambilnya. Banyak juga acara-acara drama korea yang diputar silih berganti di acara televise. Demam k-pop benar-benar telah mengubah gaya hidup sebagian orang terutama fans-fans fanatik dari negeri gingseng tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar